Arung Palakka

Menilai Pelajaran Sejarah dari Peristiwa Arung Palakka

top_r2_c121.gif

BUTON – Mungkin tak banyak yang tahu kalau Pulau Buton (kadang disebut Butung), pernah menjadi tempat pelarian Arung Palakka dari kejaran pasukan Sultan Hasanudin. Pelajaran sejarah yang pernah singgah tatkala kecil dulu paling hanya menjabarkan kalau si pangeran berambut panjang ini hanyalah seorang pengkhianat.
Ia berlari mencari bantuan VOC dan melawan pahlawan Indonesia. Tapi apakah kita tahu bahwa ternyata buat sebagian orang—khususnya orang Bone dan Buton—Arung Palaka bukanlah sosok jahat, yang seperti didiskreditkan sekarang ini.
Alkisah, sekitar tahun 1660, Bone dan Gowa bertikai. Arung Palakka sebagai salah seorang pemimpin Bone tidak bisa menerima perlakuan para bangsawan Gowa yang menindas rakyatnya. Perlakuan kerja paksa untuk membangun benteng di perkubuan daerah Makassar jelas membuat rasa siri (harga diri)-nya tercabik-cabik, apalagi setelah para bangsawan Bone juga dipaksa ikut kerja paksa tersebut.
Akhirnya bersama Tobala, pemimpin Bone yang ditunjuk oleh Gowa, mereka melakukan perlawanan dengan melarikan orang-orang Bugis dari kerja paksa tersebut. Sebenarnya para prajurit Gowa hanya mencari Tobala karena dianggap tidak mampu mengawasi budak dari Bone tersebut.
Namun Arung Palakka yang merasa tidak memiliki tempat lagi di bumi yang disebut Belanda Celebes memutuskan pergi saja untuk mencari orang yang dapat menolong mengembalikan siri mereka. Dan sebelum ia pergi ke Pulau Jawa, terlebih dahulu ia berlari ke Buton untuk mencari perlindungan Raja Buton X yang waktu itu bernama La Sombata atau lebih dikenal bergelar Sultan Aidul Rahiem.
Pada saat pasukan Gowa mencari Arung Palakka hingga ke Buton. Sultan Buton bersumpah bahwa mereka tidak menyembunyikan Arung Palakka di atas pulau mereka.
”Apabila kami berbohong, kami rela pulau ini ditutupi oleh air,” ucap Sultan Buton yang diucapkan kembali oleh salah seorang penerusnya. Ternyata sumpah tersebut dianggap sah karena pada kenyataannya Pulau Buton memang tidak pernah tenggelam hingga saat ini. Lalu di mana letak kebenaran sejarah yang menyatakan bahwa benar lokasi yang sekarang dijadikan sebagai salah satu objek wisata sejarah disana, merupakan tempat Arung Palakka bersembunyi?

Ceruk
Sistem batuan di daerah Buton bisa jadi merupakan salah satu alasan yang jelas mengenai hal ini. Daerah batuan berkarang dengan ceruk-ceruk kecil di sepanjang bukitnya, sangat menggambarkan kebenaran sejarah tersebut.
Pernyataan Sultan Buton pada saat menyembunyikan Arung Palakka dianggap benar. Mereka tidak menyembunyikan Arung Palakka di atas dataran tanah mereka. Namun di antara ceruk-ceruk tersebut. Yang menurut pendapat orang Buton bukanlah sebuah dataran, melainkan goa, yang berada di dalam tanah. Kepintaran bersilat lidah Sultan Buton inilah yang akhirnya menyelamatkan Arung Palakka dari pengejaran pasukan Gowa.
Hal ini juga dibenarkan oleh pemuka adat setempat yang bernama La Ode Hafi’i. Ia menjelaskan bahwa antara kesultanan Buton dan Bone sejak dahulu memang telah terikat dalam perjanjian sebagai saudara. ”Bone raja di darat, Buton raja di laut,” ucapnya memberitahu isi ikatan tersebut pada saya, akhir bulan lalu.
Hal itu juga yang mendasari mengapa Sultan Buton memutuskan menolong Arung Palakka dan turut membiayai Arung Palakka bersama 400 lebih pengikutnya menuju Batavia.
Ceruk bersejarah tersebut kini berada di sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Bau-Bau. Tak sulit mencarinya karena berada tak jauh dari benteng Wolio, yang terletak di daerah paling tinggi di Pulau Buton.
Menuju ke ceruk tersebut juga tidak sulit. Hanya daerahnya yang agak terjal membuat kita harus agak berhati-hati melewatinya.
Saat saya akhirnya tiba di goa tersebut. Hilang semua pemikiran saya mengenai gambar sebuah goa pada umumnya di Jawa. Tempat persembunyian Arung Palakka tersebut lebih pantas bila dikatakan ceruk dengan air yang terus menetes-netes dari atapnya.
Kemudian ada sedikit daerah yang kini diberi plesteran semen, yang disinyalir sebagai tempat Arung Palakka duduk bersembunyi. Tak bisa kita berdiri tegak di sini, agak bungkuk untuk menghindari bagian tajam yang menghiasi atas ceruk. Namun dapat dipastikan, banyaknya air yang terus menetes dari atas ceruk yang bisa membuat Aru Palakka bisa bertahan lama di sana.

Rumah Adat
Hal keberadaan singgahnya Aru Palakka kemudian dikuatkan juga oleh pernyataan ahli waris kesultanan Buton. Keluarga istana yang rumah tinggalnya kini dijadikan rumah adat. Yang bisa didatangi siapa saja untuk menjelaskan keberadaan rakyat Buton, juga tidak menyangkal hal tersebut. Di rumah adat berkamar enam dan berlantai dua itu, juga terpampang foto dan patung Arung Palakka. Ini menandakan memang benar keberpihakan kesultanan Buton pada Arung Palakka. Bahkan mereka tidak merasa itu sebuah kesalahan, karena memang perjanjian adat yang ada sudah mengikat mereka dengan Bone.
Terlepas dari benar tidaknya sejarah tersebut. Satu yang harus dicatat, adalah mengenai tingginya perhatian masyarakat Buton terhadap masa lalunya. Bahkan dengan Arung Palakka yang relatif orang luar Buton (dan dianggap pengkhianat pada masa Orde Baru), mereka tetap mengenang keberadaannya di sana.
Lalu timbul pertanyaan, masih tersisakah rasa penghormatan itu pada diri manusia Indonesia pada umumnya kini? Pahlawan sendiri kadang kita lupakan juga.
(str-sulung prasetyo)


93 Tanggapan to “Arung Palakka”

  1. wah…asyik ceritanya nih.

  2. jayalah boneku………………

  3. saya bangga menjadi orang bone yang mana slama ini raja kami.arung palakka dianggap sbagai penghianat oleh orang2 yang tidak tahu kenapa dia sampai berbuat begitu.ternyata dialah sang pembebas.ewako bone taroi adamu pasitaroi gaumu.

  4. beberapa sejarawan menganggap sejarah di sulawesi selatan. terlebih cerita kerajaan-kerajaan, lebih banyak dongengnya ketimbang faktanya. masing-masing pihak (kerajaan) mempunyai ceritanya sendiri-sendiri dan bersifat subjektif. jejak sejarah yang bisa dilacak hanya tulisan lontara’.

  5. Saalut buat raaja Buton atas ssumpaahnya dan perlindungannya terhadap aru palaka.

  6. mampir dulu ke buton, salam kenal

  7. Kesalahannya adalah gelar pahlawan diambil dari orang2 atau masa sebelum negara indonesia itu sendiri ada, dan pencantuman gelarnya adalah Pahlawan Nasonal, sedangkan yang berseberangan dengan Pahlawan Nasional tsb tentunya mendapatkan gelar sebaliknya., salah kaprah yang terus dipelihara.

    Bravo Arung Palakka _ Pahlawan Bangsaku-Bangsa Bone
    Pahlawan Pembebasan dari penindasan…
    Kebenaran pasti akan terungkap…

  8. Saya orang luwu… dan sangat mengagumi keistimewaan orang2 bugis

  9. Selain aru palaka konon gajahmada pun sempat menimba ilmu di pulau buton, jadi di buton ada seperangkat gamelan yang menurut cerita adalah peninggalan gajahmada… adalagi cerita bahwa orang buton itu bersaudara dengan kerajaan brunai.. cerita orangtua, konon salah satu makam sultan brunai ada di buton… Yang lebih mencengangkan lagi ada salah satu imam mesjid di buton yang ternyata adalah imam mesjidil harom yang nota bene bukti sejarah memperlihatkan beliau dapat “hijrah” dari mesjidil harom ke mesjid buton dalam hitungan detik… kalo gak salah ada mahasiswa IAIN di makasar yang membuat tesis /skripsi nya mengenai beliau, yang pastinya disertai bukti yang kuat (sayangnya saya lupa nama ulama nya)
    sebenarnya masih banyak cerita-cerita luar biasa mengenai pulau buton…

    Herry

  10. setelah dari butun, mampir dulu ke borneo….
    bravo…..

  11. selamat ulang tahun untuk tanah bone…tanah kebesaran dan singgah sana sang pembebas ” Arung Palakka”

  12. ayo.. pewaris latenritatta, tetap berjaya di dunia maya…

  13. fakta dan sejarah membenarkan bahwa makassar kaum penindas butuh waktu dan kesabaran dan dukungan untuk menjadikan arung palakka menjadi sang PEMBEBAS, Bukan sebagai PENGHIANAT yang menurut kebanyakan orang yang tidak mengerti sejarah karena dibantu oleh Balandayya,semut aja menggigit kalau diganngu apalagi seorang Arung Palakka.he..he..he,…..

  14. Sitongenna…Kerajaan Bone yang dalam catatan sejarah didirikan oleh ManurungngE Rimatajang pada tahun 1330, mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Latenritatta Towappatunru Daeng Serang Datu Mario Riwawo Aru Palakka Malampee Gemmekna Petta Torisompae Matinroe ri Bontoala, yang lahir di Soppeng pertengahan abad ke-17.

    Ewako Soppeng..

  15. buat semua, thanks udah kunjungi blog ini.

    terima kasih sappuseng, ammure,….
    tapannennungengi aterusenna Arung Palakka ri atitta, sibawa ri timutta, makkotoparo ripangkaukenna watakkaleta!!!

  16. setiap bangsa, setiap masa, mempunyai tokoh dan pahlawannya sendiri-sendiri. dan aru palakka ditakdirkan untuk menjadi pahlawan suku bugis, khusunya bone dan suku-suku lain disekitarnya pada umumnya, bertepatan saat voc merintis “bisnis” kelamnya dalam perjalanan sejarah nusantara.
    walau bagaimanapun, hasil penelusuran sejarah membuktikan, aru palakka bukan saja memahami prinsip siri’ na pesse’ yang dianut oleh masyarakat bugis-makassar, tapi juga melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. ia merupakan satu dari sekian tauladan masa lalu yang masih menyisakan misteri. takdirnya yang berseberangan dengan tokoh penting lainnya, sultan hasanuddin, tidak cukup mampu meneggelamkan kiprah dan kepemimpinannya dalam membangun moral dan identitas etnis bugis-makassar. dari sebuah catatan seorang saudagar prancis mencatat, kerjasama aru palakka dengan voc telah menyulap makassar sebagai sebuah katawasan metropolis pertama di belahan dunia timur (makassar pada pertengahan abad 17 konon lebih besar dan lebih terang di malam hari dibandingkan paris, ibukota negara prancis). pengakuan ini mengisyaratkan, betapa, hanya seorang pemimpin yang bijak dan berwawasan luaslah yang mampu menyulap kampung miskin menjadi sebuah kota modern. tulisan saudagar ini juga harus dipahami bahwa pemimpin pendahulunya bukan tidak berperan melaikan telah merintisnya dengan cara yang berbeda.
    kesimpulan yang ingin saya sampaikan, moment pilkada gub/wagub mendatang sepatutnya pandai-pandai menjalin mitrasinergis untuk mengembalikan kejayaan bugis-makassar masa lalu. terdepan dalam pembangunan, baik ekonomi maupun sdmnya.
    wassalam…. salam dari rantau orang

  17. masih adakah artikel tentang aru palakka yang belum se,pat dimuat di blog ini?
    buat pengasuh, cari dong artikel yang bagus buat kita baca dan diskusikan bersama.
    trims

  18. Saya orang bugis kelahiran Jakarta dan pengagum Arungpalakka. Kepengen lihat lukisan arung palakka. Ada yang mau bantu saya kirimkan lewat email?

  19. ewako bhone……

  20. bugis tawau maega keturunan bone ingin mengenali sejara bone

  21. Bone…namamu jaya dari sang pembebas. kami di Bau-Bau Buton tetap menganggapmu pahlawan pemberani dari watampone. patettongi pattuddu’mu, luppeki adecengemmu. putra bugid dinegeri butuni

  22. KEJAYAAN MASA LALU HANYA BISA MENJADI PELAJARAN NAMUN YANG TERPENTING ADALAH BAGAIMANA PEMUDA SKRG INI BISA BANGKIT MENJADI MANUSIA YANG KUAT SPT ARUPALAKKA AGAR KEJAYAAN BONE BISA KEMBALI SPT DULU. GAK PERLU FEODAL-FEODALAN YANG ARUNG ATAU BUKAN ARUNG SAMA AJA DIMATA TUHAN. YANG PENTING BUDI PEKERTINYA HARUS MULIA. JAGN MENTANG2 ANAKNYA ANDI INI TERUS MERASA DIA YANG PUNYA BONE. BUSYET…..!

  23. bone harus tetap satu kasi’ jgn krn alasan pelayanan publik bone mau di pecah2, selatanlah, utaralah, baratlah. yang ujung2nya nanti pasti ada konflik baru. dimana ibu kotanya? siapa bupatinya ? kan kasian boneku kodong! carilah cara yang baik untuk menyelesaikan masaalah ini. banyakji orang bone yang pintar2 masa tidak ada caranya ? yang benar aja !!!!!!!!!!!

  24. Salam Pembebasan……………….

    ARPAL adalah Sosok manusia Sang Pembebas yang berjuang mengangkat kaum nya sang penindas……….mari lanjutkan perjuangannya jagn nodai kebesarannya dengan sengkate ri pada padatta ana ugi……………..

  25. BUAT SAUDARAKU WIJA TOBONE DIMANA SAJA BERADA.
    LOJENG PULAWENG

    MPUNGANI APEKKU RI ALAUNA BONE
    MARIO MARENNU RILALENG ATI
    MEDDUNI KASI SEDDI BUANA
    WADDAKKA RAKKA LAO MITTEI

  26. SAUDARA-SAUDARAKU WIJA TO BONE DI MANA SAJA BERADA.
    ARUNG PALAKKA TEMPO DOELOE MEMANG JAGO, PERKASA, DAN LUAR BIASA. TAPI ITU KAN JAMANNYA. NAH, KALAU SEKARANG SIAPA YANG JAGO. BUAKANKAH ARUNG PALAKKA YANG KITA KENAL SELAMA INI TERMASUK SAYA , HANYA MENGETAHUI LEWAT CERITA ATAU SEJARAH? MASIH SIMPANG SIUR? OKELAH KITA AKUI. TAPI YANG PENTING SEKARANG INI MARILAH KITA MENCIPTAKAN FIGUR TIDAK SEPERTI ARUNG PALAKKA. SAYA KIRA BANYAK FIGUR LAIN SELAIN ARUNG PALAKKA. CARILAH FIGUR YANG MAMPU MENUTUP AURAT ALIAS PAKAI BAJU

  27. Kalo Bagi saya Pribadi sich…..
    Arung Palakka Tetaplah PAHLAWAN…….

  28. saya putra BUton, Arung Palakka dalam silsilah raja dan sultan BUton terdapat dalam garis keturunan raja BUton… beliau di BUton dikenal dengan Nama La Toondu….
    menurut versi BUton, Arung Palakka alias La Toondu memiliki kakek bernama La Kabaura seorang duta kesultanan Buton yang ketika menuju BOne kawin dengan seorang putri bangsawan dan memiliki anak bernama La PUtu BOne (versi BUton) yang juga menurut versi buton adalah ayah kandung La Toondu.
    selama 3 tahun di BUton sempat menjadi Lakina Holimombo (Lakina setingkat raja kecil) Holimombo salah satu negeri di Pasarwajo.
    Antara Buton dan BOne bersaudara dan kami mengenal sejarah itu turun temurun…dalam perjanjian rahasia yang konon tercatat dalam daun lontar itu tertulis jika titisan darah dan pertalian itu tidak akan pernah putus.
    saat ke BUton Arung Palakka alias La Toondu disambut oleh pamannya sendiri yang bernama La Arafani (Sapati Baaluwu).
    masih banyak info lain……nanti disambung lagi

  29. Bangkit dan berjuanglah Generasi Bahari WAKATOBI.

    Salam Bahari………..!

  30. Kuatkan persatuan antara generasi muda…Buton-Muna-bone,,,siapalagi kalau bukan Anada semua,,,Pahlawanmu telah membuktikkan Persaudaraan mereka hiungga sanggup bersumpah untuk mengorbankan satu buah Negara demi Arung Palakka,,,jadi AMBILLAH IA SEBAGAI CERMIN HINGGA AKHIR ZAMAN…

  31. Hidup dan jayalah Boneku
    Mengenai Aru Palakka setahu saya kemna lg dia akan mencari bantuan untuk membebaskan bangsanya, sultan buton dan Bima tak mampu membantunya, sedangkan yg memiliki persenjataan lengkap dan kuat masa itu cuma VOC di Batavia tp dengan kekalah gowa tidak serta merta membuat kerajaan bone balik menjajah mereka kan, tidak kan,
    ah disitulah hebatnya orang Bone.

    to Ulaweng

  32. SAYA SALUT DENGAN IKATAN PERSAUDARAAN YANG SANGAT KENTAL ANTARA KERAJAAN BUTON DAN BONE DAN SEMOGA IKATAN PERSAUDARAAN INI BUKAN CUMA HANYA MENJADI CERITA NENEK MOYANG KITA SEMATA MELAINKAN TETAP KITA ABADIKAN SEBAGAI BENTUK KESETIAAN TERHADAP IKRAR YANG PERNAH DIUCAPKAN OLEH PENDAHULU KITA. KALAU BOLEH MINTA TOLONG, ADA GA INFORMASI TENTANG SILSILA ARUNG PALAKA? TLNG DI BALAS DI E-MAILQ. THANKS

  33. Ada yang perlu kalian ketahui….bahwa telah lahir sang pembebas baru, penerus ARU PALAKKA. G Z H A R T (baca dengan dialek bone). LASKAR PATIH, LASKAR AULYA, LASKAR SASTI, LASKAR BILAL. tHe gaga Jago……

  34. Cerita Hebat, tapi masih banyak lagi yang perlu diekspose, ke atas.

  35. http://www.kompas.com/kompas-cetak/0409/19/Buku/1273686.htm
    Membaca Luka Arung Palakka

    Judul: Warisan Arung Palakka: Sejarah Sulawesi Selatan Abad Ke-17
    Judul Asli: The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi (Celebes) Seventeenth Century
    Penerbit: The Hague, Martinus Nijhoff, 1981, Verhandelingen KITLV, 91, 1981 KITLV, Leiden Netherland
    Penulis: Leonard Y Andaya
    Penerjemah: Nurhady Sirimorok
    Penerbit: Ininnawa & Media Kajian Sulawesi, Makassar 2004,
    Tebal: xxiv + 459 + 10 peta

    ARUNG Palakka bukan sekadar nama, dia adalah sebuah pengertian. Sosok yang merupakan maujud dari panngadereng atau bentuk kebudayaan orang Bugis/Makassar, Sulawesi Selatan. Begitulah yang terasakan selama membaca Warisan Arung Palakka: Sejarah Sulawesi Selatan Abad ke-17 Karya Leonard Y Andaya.

    ANDAYA mengarahkan perhatiannya kepada Arung Palakka sebagai wakil dari tema dan kepercayaan dasar yang sampai sekarang menguasai kehidupan orang Bugis/Makassar. Dari sanalah dia mencoba mencari akar sebab Arung Palakka rela bersekutu dengan VOC seraya memerangi saudaranya sendiri di Kerajaan Goa yang sedang jaya-jayanya sebagai salah satu kerajaan terkuat dan terbesar di Nusantara abad ke-17.

    Jawaban persoalan itu, menuru Andaya, kurang tepat jika dicari dalam kerangka persaingan ekonomi di wilayah bagian barat laut Nusantara, antara Kerajaan Goa dan VOC, yang memuncak dalam Perang Makassar 1666-1669, sebagaimana diyakini para sarjana lokal dan mancanegara. Alasan pokok Arung Palakka bukanlah ekonomis-politis, tetapi panngadereng yang meliputi siri’’ (harga diri atau kehormatan dan rasa malu), pacce (perasaan sakit dan pedih atas penderitaan saudara sebangsa), dan sare (kepercayaan bahwa seseorang dapat memperbaiki atau memperjelek peruntungannya dalam hidup ini melalui tindakan orang itu sendiri).

    Tanpa memahami ketiga ciri kultural yang memegang peranan sangat penting dalam sejarah Sulawesi Selatan saat itu, akan keruh selamanya menilai Arung Palakka. Lagi pula Andaya percaya diktum sejarawan JC van Leur bahwa masa lalu tidak ditulis untuk dinilai dengan nilai masa kini, dan oleh karena itu siri’, pacce, dan sare adalah bahan yang lebih baik dan adil dipakai untuk menilai dan mengevaluasi kejadian penting di abad itu, ketimbang standar masa kini. Demikianlah dia memasuki dan memberi sumbangan penting dalam polemik yang sampai kini masih berkembang di antara masyarakat Sulawesi Selatan tentang Arung Palakka yang tokoh sejati, pahlawan tulen bukan pengkhianat dan penindas.

    BERLATAR belakang seperti itu, Andaya memulai riwayat tokohnya dengan membahas sejumlah ciri tertentu budaya masyarakat Sulawesi Selatan yang dikaitkannya dengan keadaan historis abad ke-17, terutama perkembangan Islam dan perdagangan internasional yang memuncak menjadi ketegangan antara Goa, Bone, dan VOC yang hadir di sana sejak tahun 1601. Ketegangan yang dia perlihatkan dengan rinci menjadi latar kelahiran serta mengisi pikiran masa kanak dan muda Arung Palakka.

    Arung Palakka lahir sekitar tahun 1635 di Desa Lamatta, daerah Mario Wawo Soppeng, sebagai pewaris takhta Kerajaan Bone. Ketika umurnya delapan tahun, Bone diperangi Goa yang gusar dan berhasil menaklukkannya. Sejak berumur 11 tahun Arung Palakka dan keluarganya dibawa sebagai sandera ke Istana Goa. Mereka beruntung karena menjadi pelayan Karaeng Pattinggaloang, tokoh penting dan jenius di Kerajaan Goa. Di bawah asuhannya, Arung Palakka tumbuh menjadi pangeran yang mengesankan dalam olah otak maupun olahraga.

    Meski dia terlibat aktif di Istana Goa dan berkawan dengan para pemuda Makassar, siri’ dan pacce mengingatkannya selalu sebagai putra dari seorang Bugis pembuangan dan bahwa rakyatnya menderita. Awal 1660 dia merasa penderitaan itu semakin hebat karena harus menyaksikan 10.000 orang tua maupun muda diseret dari Bone ke Makassar atas perintah Sultan Hassanudin melalui Karaeng Karunrung dan Regent (Bupati) Bone, Tobala. Mereka dijadikan pekerja paksa penggali kanal di sepanjang garis pertahanan pantai Makassar agar ada pemisah antara Kerajaan Goa dan Benteng Pa’nakkukang yang diduduki VOC.

    Lantaran banyak yang sakit dan melarikan diri, seluruh bangsawan Bone dan Soppeng diperintahkan keluar dari istana, bekerja bersama rakyatnya. Ini melipatgandakan pelecehan siri’ yang sudah diderita oleh rakyat Bugis karena junjungannya dipaksa melakukan pekerjaan kasar yang tidak seharusnya. Pelecehan siri’ itu menjadi derita kolektif orang Bugis dan menebalkan pacce di antara mereka. Perlawanan pun dirancang.

    Arung Palakka adalah salah satu perancangnya, tetapi perlawanan itu patah oleh kekuatan Goa yang besar. Ia terdesak. Akhir tahun 1660 dia meninggalkan Sulawesi bersama pengikutnya menuju Batavia dengan bantuan VOC, namun dalam hatinya terpatri sumpah tidak akan berhenti mencari cara untuk kembali, bikin perhitungan, dan merdekakan negeri Bugis.

    Setelah menunggu lima tahun, keinginannya terkabul. VOC yang kagum akan daya tempur pengikut Arung Palakka yang disebut Toangke (“Orang Angke”, diambil dari Kali Angke yang mengalir melewati perkampungan Bugis di Batavia) saat membantu memadamkan pemberontak Minangkabau, mengajaknya memerangi Goa yang dinilai mengganggu kepentingan ekonomi VOC.

    ANDAYA memberi ruang luas buat mengisahkan Perang Makassar. Salah satu yang menarik adalah ditunjukkannya psikologi Arung Palakka dan Cornelis Speelman yang menjadi aktor utama pilihan VOC memimpin ekspedisi ke Goa. Keduanya menderita oleh apa yang mereka anggap ketidakadilan sehingga rela berkorban apa pun demi memulihkan nama.

    Speelman yakin cuma kemenangan yang bisa membersihkan namanya dari noda dipecat dengan tidak hormat karena perdagangan gelapnya sebagai Gubernur VOC di Coromandel tahun 1665. Sementara bagi Arung Palakka, kemenangan akan membebaskannya dari beban berat bahwa siri’-nya telah mati.

    Hanya dengan memulihkan siri’-nya dan rakyatnya dia dapat memperlihatkan wajah di Sulawesi Selatan. Dia yakin lebih baik mati untuk mempertahankan siri’ (mate ri siri’na) ketimbang hidup tanpa siri’ (mate siri’). Mati untuk memulihkan siri’ adalah “mati dengan siraman gula dan santan” (mate ri gollai, mat ri santannge). Situasi psikologis itulah yang mendorong keduanya “menafsir ulang” perintah VOC dan menjalankan “jihad” terhadap Goa.

    Hal lain yang menarik adalah kajian Andaya mengenai dampak perang itu atas rakyat Makassar. Melalui cerita rakyat Makassar, Sinrili’na Kappala’ Tallumbatua, dia memperlihatkan Arung Palakka dan Perang Makassar yang dimaknai rakyat pedesaan Makassar sebagai kemenangan rakyat dan keunggulan nilai-nilai mereka yang didasarkan pada kebiasaan dan praktik (ada’) yang sudah sangat tua dalam masyarakat, yaitu siri’, pacce, dan sare.

    Ini sangat berlainan dengan tulisan para sejarawan Barat maupun sejarawan Indonesia yang melulu bergantung pada sumber Kerajaan Bugis-Makassar dan/atau dokumen VOC. Mereka cenderung menggambarkan kepahitan dan pesimisme di kalangan para raja dan ningrat Makassar sebagai pantulan perasaan seluruh rakyat Makassar. Jadi, seharusnya masyarakat Sulawesi Selatan dapat menurunkan kadar emosional dan lebih rasional setiap mendiskusikan mengenai implikasi Perang Makassar.

    Seusai Perang Makassar, Arung Palakka sangat memahami bahwa VOC telah menjadi kekuatan “di”, namun bukan “milik”, Sulawesi Selatan. Perbedaan ini disadari dan dimanipulasi untuk menciptakan dirinya sebagai salah satu penguasa atasan paling berhasil dalam sejarah Sulawesi Selatan. Jalan menuju ke sana dirintisnya tidak saja dengan kesadaran dia tidak akan berbalik melawan VOC yang telah memulihkan hidupnya dan rakyatnya, tetapi juga dengan selalu membuktikan kesetiaannya. Ia rela meninggalkan negerinya pada Mei 1678 untuk berperang membantu VOC menyelesaikan persoalan pengungsi Makassar pimpinan Karaeng Galesong yang membantu perlawanan Trunajaya di Jawa.

    Akhirnya, Andaya menyimpulkan Arung Palakka adalah tokoh yang diberkati visi dan kepiawaian politik yang kuat sehingga mampu menggunakan pengaruhnya dengan efektif terhadap negara lokal, bahkan membuat pemerintah pusat VOC di Batavia bergantung dan rela mengabaikan suara wakilnya di Fort Rotterdam agar membelenggu Arung Palakka yang memaksa mereka semua berbagi mimpinya akan Sulawesi Selatan bersatu.

    Mimpi yang dalam 30 tahun kekuasaannya berhasil diwujudkan, tetapi sekaligus membuat banyak pangeran dan pengikutnya yang tak setuju lari mencari rumah di tanah seberang sehingga mewarnai sejarah daerah tujuan itu. Inilah yang menurut Andaya sebagai warisan Arung Palakka, tidak hanya bagi Sulawesi Selatan tetapi juga bagi Nusantara, selain teladan pribadinya sebagai pemimpin yang sadar, paham, teguh memegang serta menjalankan tradisi politik yang bermartabat sebagaimana tersebut dalam amanat leluhur yang tertulis maupun tak tertulis.

    JJ Rizal Peneliti sejarah dan sastra di Komunitas Bambu

  36. saya anak dari Daeng Tatjiah yang lama hidup Jawa, mungkin ada dari pembaca yang mengetahui tentang silsila keluarga Daeng Tatjiah tolong kami mohon informasinya

    trims

  37. i loveeeeeeeee uuuuuu BUTON
    inilah keunikan sejarah daera saya

  38. KALAU SAYA SIH G TAU PERSIS MENGENAI CERITANYA TAPI SAYA SALUT BANGET D :)

    S…… U….

  39. Saya orang bugis, tapi saya tingal dilampung.. saya pengen tau kisa raja arung palakka. apa ada yng abiusa bantu

  40. Kalau Gajah Mada (GM) saja dijadikan pahlawan nasional, padahal waktu GM hidup belum ada negara Indonesia, sehingga kita tahu bahwa kesetiaaan GM BUKAN pada RI, tetapi kepada Majapahit dan kepentingannya sendiri. Lalu atas dasar apa GM diangkat jadi pahlawan nasional????

    Sama halnya dgn Arung Palakka (AP), waktu itu belum ada RI yg ada kerajaan BONE dan to ugi, jadi wajar saja kesetiaaan AP pada bone/ugi dan apapun akan dilakukan demi kesejahteraannya termasuk bekerja sama dgn belanda untuk membebaskan rakyatnya…

    Jadi cap penghianat itu nda betul sama sekali! penghianat terhadap siapa? RI kan belum ada, malah banyak tempat lain yg lebih “setia” kepada belanda spt di menado dan ambon hingga saat ini, kok gak dibilang penghianat? atau raja2 jawa/mataram yg diam2 saja rakyatnya disuruh kerja paksa oleh belanda dan tidak berusaha mengusir mereka, tidak disebut sbg penghianat toh?

    dari desa usa, kec palakka, kab bone, tapi lahir dan besar di jawa :)

  41. arung palakka, ulama yang berambut panjang tapi berhati lembut untuk rakyatnya…..
    arung palakka bukan penghianat…pemimpin2 sekarangpun kebanyakan berhianat dengan rakyat namun tidak dicap penghianat kan…
    arung palakka tetap dicintai sebagai Imam dan pahlawan pembebas Boegis…….
    Allahuakbar3x

  42. saudaraku,
    yang ditetapkan Allah lahir dari bumi butung, begitu banyak versi mengenai Aru palaka.Luka yang pernah dihadapi oleh kaum bone akibat perbuatan dan kesalahan kaum itu sendiri, marilah kita mengambil hikmah dari sejarah2 tsb, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Jangan sampai kesalahan2 tersebut terulang kembali, berarti kita belum mengambil hikmahnya.

    Wassalam

  43. hummm…aq sebenarnya kurang tau sejarah daerahq sendiri(Buton), tapi satu hal..kenapa harus mencari gelar yang sebenarnya hanya gelar yang diberikan oleh manusia.pastinya siapapun orangnya mau di bilang penghianat ataupun pejuang kemerdekaan,cuman ketulusan hati yang bisa mengenalinya. aq yakin mereka juga gk ngotot2 bgt untuk di jadikan pahlawan, yang penting rakyatnya aman tidak ditindas itu harapan mereka. salut sama Sultan Buton, i love Orang2 Buton. setahuq mereka berhati emas dan tangannya terbuka untuk menolong pendatang yang ingin bermukim dTanahnya.” Sora Wolio Lipuku”

  44. emang tuan aru palakka pahlawan bagi elo pd, tapi gimana dengan kami di negeri ciungwanara. beliau koq tega-teganya gandeng ma Voc buat ngerebut kekuasaan raja kami dan ngebawa lari simboi-payung kedaulatan raja kami ke bone ? ah ! orang gowa yang penindas sama aja nenek moyang orang bone. Tapi mending orang gowa yang ga gandengan ma VOC

    • ya itulah politik, tentang baik buruknya politik tergantung pndangn kita masing-masing. so..karna lta tidak hidup pada jaman itu, kita cuman mengetahui melalui sejarah yang belum tentu kebenarannya.

  45. Eh ! dengan alasan apa ya aru palakka sampai gandengan ma Voc, taklukkan raja-raja jawa dan sunda. Padahal dia kan sudah merdeka dari penindasan orang gowa! apa maksudnya ke jangkit ma penyakit serakahnya juga ma kompeni. Aung siliwangi

  46. ga uasah deh membesar-besarkan figur yang kontravesil, DAN bikin kta bersebrangan. Kan banyak raja-raja bugis lainnya yang bisa bikin kita saling rangkul. gw salud ma raja bugis modern yang namanya andi jemma, andi makkasaU, Andi pangerang petta rani DAN apalgi sama andi alfian mallarangeng, atau andi rizal mallarangeng.

  47. ah ada juga orang bego sejarah ya ! masa gajah mada disebut pahlawan? siapa yang bilang gajah mada pahlawan ??? dia cuma figur dalam sejarah, tapi ga disebut pahlawan coi !!!!! elo !

    • Coy..Tdak usah bilangin orang bego.pahlawan itu artinya luas bro… bukan hanya pahlawan nasional, di mana saja pasti ada orang yang di anggap pahlwan. Voc aja oleh orang belanda di anngap Pahlawan Tapi di indonesia mereka itu penjajah, jangan bepikir sempitlah..!

  48. pembebas Boegis……. tapi penakluk kerjaan ciung wanara, pembumi hangus madura, penjagal orang-orang di kerajaan jawa tengah (malang), penakluk ternate, bajak laut di malaka. yang paling utama semua itu gandengan ma VOC

  49. Daeng Tatjiah itu keturan dari karaeng bontomanai anak sltn hasanuddin yang dikejar sampe ke jawa oleh pahlawan orang boegis yang namanya aru palakka. karena atas perintah belanda yang ga mau tunduk ma perjanian bungaya

  50. asal elo tau jg ya ! yang taklukkann sultan agung tirtayasa di banten adalah belanda tapi serdadu marsoseknya adalah aru palakka

  51. knapa beliau setelah merdeka dari orang gowa, tapi tetep merengsek ke jawa dan pasundan ? knapa ? mesti ada cacat seperti itu jika emang untuk sekedar memperjuangkan haknya dari penindasan gowa

  52. jadi toloooooooooooong ! jangan mengangkat figur kontraversil yang bisa melukai hati kami sebagai orang sunda dan banten. Elo ingatkan gimana payung kebesaran dikerajaan leluhur kami dibawah ke kerajaan bone ? kalo elo mau menghargai jasa pahlawan cukup di scope kab. bone tapi jangan di Nasional karena dia pahlawan bagi orang bone tapi tidak bagi orang sunda, malang, dan jogja, banten dan madura. Tentu hal ini kurang nyaman bagi phiskolg negara kesatuan RI khan. apalgi dengan orang gowa yang konon katanya di bumi hanguskan kerajaannya

    • Benar Bro… aru palakka Bukan Pahlawaan nasional saya sependapat dengan anda, Raja-Raja Di tanah Jawa, Madura ,banten, malang Jokya Sunda Juga Menjaga kedaulatannya negeri kerajaannya bukan Menjaga Indinesia

  53. Barang siapa arung di palakka maka dia mendapat tiket untuk menjadi arrung di Bone !!!
    La Tan-ri Tatta Daeng Serang, bukan pewaris sejati Arrung di Palakka. Penobatannya sebagai Arrung di Palakka adalah suatu penghargaan untuk membebaskan umat-nya dari perbudakan di Makassar. Sebagai seorang bangsawan Gowa yang sudah lama memerintah tana tenga (La Pottobunna). La Pottobunna satu paket kebangsawanan-nya disaat penyatuan kekuatan antara Gowa-Luwu-Wajo, Siapa bangsawan di Gowa maka dia juga bangsawan di Wajo dan Luwu. Sebaliknya siapa bangsawan di Luwu maka dia juga bangsawan di Gowa. Ikrar ini dikemudian hari dimonumentalkan dengan berdirinya benteng Sombaopu (Somba rigowa dan opu ri luwu, arrung matoa ri wajo)
    La Tan-ri Tatta Daeng Serang, bukan pewaris sejati Arrung di Bone karena Daeng Serang adalah pewaris sejati Arung Tana Tenga, pamannya La Sombata (gelar yg diberi kaisar gowa) atau lebih dikenal bergelar Sultan Aidul Rahiem (sultan buton) yang bersaudara (bersepupu) dengan La Pottobunna Arung Tana Tenga. La Sombata dan La Pottobunna adalah 2 orang yang bersaudara ini merupakan bangsawan tulen dalam kerajaan Gowa. Oleh jasanya yang telah membantu menghancurkan Tellupocoe dengan basis dinul Islam. Maka mereka bersaudara diangkat pejabat (gubernur) pada 2 wilayah kekuasaan kerajaan Gowa (buton dan tana tengnga).

  54. La Pottobunna (ayahanda dari Daeng serang/tenritatta) beliau tidak sependapat dengan Kaisar Gowa dalam kebijakan membentengi Gowa dari VOC. Beliau tidak setuju dengan system kerja paksa yang melaratkan masyarakat bugis-makassar dalam pembangunan benteng, beliau berhaluan democrat dan memliki pengaruh yang berbahaya bagi kelompok extrime. Dan akhirnya oleh sejumlah tokoh berhaluan keras di Gowa menculik dan membinasakan beliau, beliau tidak mempan dengan senjata tajam berupa keris dan kalewang, maklum bangsawan tulen di Gowa. Dan akhirnya beliau dibinasakan dengan menggunakan pentungan-lesung.(ni dengka i)
    Mengetahui perihal tersebut Daeng Serang mengadukan nasib dan ketidak berdayaannya kepada kerabat dekatnya yakni Karaeng Pattingaloang guru bangsa diistana kerajaan Gowa. Dan sebagai rasa ibah pada keponakan, maka Daeng Serang diangkat menjadi murid dan dikjaya sebagai salah seorang murid dari 3 orang murid yakni (Daeng Mattawang karaeng bonto Mangape, Karaeng Karunrung Dan Daeng Serang peta tana tengnga). Mereka ditempa dan Daeng serang mendapatkan peluang yang baik karena menjadi murid yang dekat dengan gurunya.
    Sebutan Daeng untuk Daeng Serang bukan karena sejatinya sebagai orang Gowa tetapi sebutan bangsawan dari daerah Luwu. Demikian juga Daeng Mattawang meskipun beliau sejatinya orang Gowa tetapi sebutan daeng itu masih berasal dari leluhur bumi sawarigading.
    Sebutan andi XXXX adalah sebutan alur kebangsawanan yang diwariskan hasil genetis (keturunan) Lapatau, pasca bugis merdeka dari orang Gowa.
    andi XXXX ini dimulai ketika 24 January 1713 dipakai sebagai extention untuk semua keturunan hasil perkawinan Lapatau dengan putri raja bone sejati, Lapatau dengan putri raja Luwu (yang bersekutu dengan kerajaan Gowa), Lapatau dengan putri raja Wajo (yang bersekutu dengan kerajaan Gowa), Lapatau dengan putri Sultan Hasanuddin (Kaisar Gowa), Anak dan cucu Lapatau dengan putri raja suppa dan tiroang. Anak dan cucu Lapatau dengan putri raja sejumlah kerajaan kecil yang berdaulat di Celebes.
    Perkawinan tersebut sebagai upaya VOC untuk membangun dan mengendalikan Sosiologi baru di Celebes. Dan dengan alasan ini pula maka semua bangsawan laki-laki yang potensial pasca perjanjian bungaya, yang extrim dikejar sampai ke pelosok nusantara dan yang softly di minta tinggalkan bumi sawerigading (Celebes).
    Siapa yang pungkiri Jendral M. Yusuf bangsawan bugis, tetapi beliau enggang memakai produk exlusiveme buatan VOC. Beliau sejatinya orang Bugis genetis sang Sawerigading.
    Siapa yang pungkiri Yusuf Kalla sebagai bangsawan bugis tetapi blio tidak pakai gelar andi XXXX karena bukan keturunan langsung Lapatau.
    Orang bugis pada masa itu (bukan masa sekarang) bukan tidak berniat menjajah setelah dijajah orang Gowa tetapi tidak berdaya untuk menjajah karena majikannya (VOC) yang telah menjajah.
    Jadi jangan jadi orang bugis yang picik, jadilah orang bugis yang Makassar dan orang Makassar yang bugisme. Karena kalian semua adalah genetis sang batara guru-sawerigading. Untuk itu jangan mengkulturkan seorang Daeng Serang yang dapat membuat gesekan. Tetapi berdoalah kepada Allah SWT yang telah menganugrahkan sang pembebas, sang pembebas juga belum tentu meminta berlebihan seperti yang anda lakukan seperti saat ini. Dan barang siapa yang menyebut sang pembebas tersebut sebagai penghianat maka semoga Allah mengampuni kedurhakaannya kepada orang yang berjasa menghentikan ke zaliman.
    Ya Allah berilah kesejateraan kepada Baginda Jendral M. Yusuf di alam akhirat demi kesuritauladanan-nya kepada kaum bugis-makassar.
    Ya Allah berilah kesejateraan kepada Baginda Daeng Serang di alam akhirat demi jasanya yang membebaskan kaum bugis-makassar dari kezaliman.

  55. Majapahit identik dengan Gajah mada, tapi bone jangan identikkan terlalu poros dengan sang pembebas kita. Ingat ! kita masih terpuruk, ingat kita masih minoritas dalam NKRI. Ingat kita harus bersatu sesama to ugi, siagadang tau mangkasara. Ingat kita masih butuhkan dukungan orang banten, madura, sunda. Jangan memilih gesekan sekecil apapun potensinya karena orang bugis makassar harus lebih cerdas emosionalnya. Karena Intelektualnya te-uji karena meskipun kamum minoritas tapi rata-rata hebat. Betul ga puang Anto, Iya ga Daeng ucu. Ok ! bang syahrul ! Tanyami pak amin syam !

  56. Barang siapa yang menyebut Daeng Serang Penghianat, maka dia adalah orang kerdil. Tapi barang siapa yang terlalu berlebihan dan terlalu mendewakan belia maka anda kembali seperti masa jahilia. !!! untuk belau ga punya keturunan dan mungkin itulah cara Allah memelihara orang bugis. Sebab kalo ada keturunan beliau barangkali sudah ada yang sembah beliau. Ingat lata dan Uzza sebagai berhala awalnya adalah orang saleh tetapi karena terlalu dikulturkan dan dibuat patungnya akhirnya orang arab menjadikannya berhala. Ada kemiripan antara Muhammad yang terselubung nasabnya dengan beliau sang pembebas orang bugis. Mungkin Allah masih menyayangi orang bugis !
    Sadarki daeng, bangunki andi ! Dunia tak selebar kerajaan bone. Dan masih banyak lagi yang akan membebaskan orang bone dari konflik masa depan lalu dimana semua kamu mau simpan patungnya kalo jadi pahlawanki sampai tahun 5010

  57. Sudahlah.., saudara2 sebangsa dan setanah air..yang lalu biarlah berlalu. Setiap daerah pasti punya pahlawan masing2, harus kita hargai itu..,Yang penting sekarang adalah bagaimana kita menyikapi dan jadikan semua pelajaran semua sejarah masa lalu itu untuk membangun indonesia kita. Jangan dan ga`usah cari2 dan bahas mana yang benar dan mana yang salah. Mari kita bersatu (Bhineka Tunggal Ika). Dulu VOC (Belanda) mungkin yang paling bersalah. Semua peristiwa dimasa lalu adalah akar dari tumbuh dan hidupnya Indonesia. Mungkin.., kalau VOC (Belanda) tidak menjajah Indonesia, Mungkin tidak ada yang namanya Bangsa indonesia, yang ada adalah bangsa Sunda, Betawi, Jawa, Batak dll., Mungkin….,,!!!!? Thank VOC

  58. Gejala nafas heroik, slogan, dan segala hal ikatan emosional yang menghantar hiruk pikuk sejumlah putra-putri bugis dalam fenomena Aru Palakka nampak-nya. Nampak nya suku bugis lebih suka disebut bangsa bugis.
    Kata kawan saya orang bugis sekarang mengesani diri merdeka Tahun 1660 dengan adanya monumen Tokoh Sang Pembebas (Aru Palakka) dan setelah dijajah Kurang lebih 30 Tahun oleh suku Makassar.
    Dengan sikap itu pula orang bugis sekarang mengesani diri tidak di jajah oleh Belanda (VOC) kenapa begitu…!?!?!? Lho buktinya mereka sudah merasa bebas koq, dan satu-satunya yg dianggap pahlawan cuma aru palakka yang lain dimata mereka hanya orang sedikit berjasa seperti Soekarno, Agus Salim, Andi Jemma, Andi Tonro dll.
    Padahal kita khan sama mengetahui bahwa setelah Kerajaan Gowa Hancur maka dimulailah babak penjajahan Hindia Belanda di tanah Sulawesi, tetapi sebaliknya mereka dibebaskan.
    Apakah orang bugis tidak sadar 30 tahun itu hanya masa lalu dengan segala kekeliruan yang dibuat orang gowa
    Apakah orang bugis lupa bahwa setelah 30 tahun berikutnya telah memasuki era dijahah selama 350 tahun.
    Mana yang lebih pahit ? atau kalian semua merasa lebih manis dijaman hindia belanda dan terlalu menyakitkan hanya dengan persoalan 30Tahun. Dan itupun cuma anda yang Alami, karena akar pertikain 30 Tahun dilaknati adalah perebutan politik para putra bangsawan dan bukan universal antara etnik. Jadi keliru sebutan sang pembebas!!!! bebas dari siapa dan setelah itu aman dari siapa, apa anda maksud bebas dari orang makassar dan telah aman dari belanda. Ingat bukan orang gowa yang jajah anda sebenarnya tetapi oknum orang gowa, dan ternyata yang anda sebut sebagai sang pembebas (Daeng Serang) itu sendiri oknum orang gowa juga khan. Orang bugis rupanya pendendam terselubung, payah !!!
    Perjanjian Bungaya oleh VoC dengan Sultan Hasanuddin sebagai perjanjian damai. Mana ada perjanjian damai dengan belanda yang ada perjanjian penaklukan, tunduk !!!
    Sudah sejauh apa sih kerusakan yang terjadi dengan 30 tahun dibanding setelah itu selama 350 tahun, atau jajangan emang anda tidak merasa dijajah ???? atau karena memang karena tidak dijajah sehing kehilangan nilai heroik makanya sulit menemukan tokoh atau figur lain yang dapat di usung sebagai pahlawan sehingga dominan hanya aru palakka, Ya kalo emang nggak ada pantes cuma aru palakka yang difigurkan

  59. Kisah sekitar tahun 1660, Bone dan Gowa bertikai. Arung Palakka sebagai salah seorang pemimpin Bone tidak bisa menerima perlakuan para bangsawan Gowa yang menindas rakyatnya dijadikan monumental pembebasan. Padahal itu hanya kisah pendek 30 Tahun. Lebih Pahit bos setelah itu dan selama 350 Tahun dijajah Hindia Belanda. (kecuali kalo anda merasa tidak dijajah)
    Syukur lah karena Allah masih sayang kita dan mengutus putra-putra terbaik bangsa sebagai pembebas sejati seperti Soekarno, Hatta. Andi Bau Massepe, dll.
    Haiii !!! bangunlah putra-putra sang legendaris Lagaligo, tempatkanlah sesuatu secara proporsional dan tidak emosional. Lebih baik rasulullah yang anda figurkan dan pasang patungnya jika emang nggak ada figur lain, sebab dialah sang pembebas sejati !!! Knapa ? apa anda takut disebut bid”ah tapi apa dengan patung aru pallakka tidak bid’ah ?

    Hai orang bugis ! jadilah orang bagus, jangan ikuti yang keliru suka pasang patung pahlawan mereka. Karena kalo perilaku itu disukai Allah maka sudah pasti ada gambar atau patung Muhammad SAW, tapi karena itu tidak disukai maka diraibkan segala hal yang sifatnya lahirian blio. Apatah lagi si Daeng Serang tentu Allah nggak lebih sukakan karena dari situlah akarnya kemusrikan.

  60. Hidup orang bugis sang bagus !!! semoga Allah selalu memberi karunia kebagusan putra-putri sang pewaris legenda I Lagaligo. Aku bangga jadi orang bugis yang obyektif ! Aku bangga melihat kecerdasan-keberanian, Jendral M. Yusuf, Yusuf Kalla, Syeh Yusuf, Yusuf Manggabarani, Andi Alfian Mallarangeng, Andi Rizal Mallarangeng, mereka semua ok lho!

  61. Ingat…!! Pada zaman itu belum ada yg namanya negara indonesia.
    jadi,wajar rakyat bugis menganggap Arung palakka sebagai pembebas rakyat bugis yg trtindas .seandainya saat itu sdh ada NKRI baru bisa di katakan penghianat.

    jadi,utk kisah lalu bagusnya diambil saja hikmahnya.OK!!…
    Buktinya 3suku yg sangat terkenal di kawasan indonesia timur bugis,buton dan makassar yg di kenal dgn BBM hidupnya saling berdampingan.

  62. tetap jaya boneku.

  63. SORY BUKANNYA AKU MAU NYALAHIN SEPIHAK TAPI AKU PINGIN TEKAN ATAS APA YANG DITULISKAN LEWAT WACANA INI (PARA PAHLAWAN KITA) MISALKAN. MUNGKIN AKU LEBIH SENANG JIKA LEBIH LENGKAP ATAS TULISAN KARYA INI. DAN KAMI SELALU HARAPKAN KEJUJURAN ATAS APA YANG MENJADI KARYA TULISAN INI, KAMI DARI MASYARAKAT KECIL INGIN TAUH SIAPAKAH PEJUANG NASIONAL KITA DAN LEBIH LENGKAP APABILA DI TAMPILKAN GAMBAR ATAUPUN FOTO DARI APA YANG DITULISKAN LEWAT KARYA INI, DAN YANG KAMI HARAPKAN BUKAN DARI BAGIAN TIMUR ATAUPUN BARAT TETAPI SELURUH NUSANTARA

  64. Kelihatannya sejarah tidak mengklaim penghianat untuk Negara Kesat RI si Daeng Serang tsb alias aru di palakka thn 1667.(Maaf jangan sebut aru palakka karena aru palakka ada beberapa orang silih berganti)
    Kelihatannya sejarah tidak mengklaim penghianat untuk Negara Kesat RI si Daeng Serang tsb, Akan tetapi beliau memang bekerja sama dengan Spellman (belanda), dan kapitan joker dalam memerangi Negara Mataram, Negara Padang dan negara Parahyangan diwaktu lampau.
    Dinegara Gowa emang Daeng Serang punya alasan dan strategi tepat untuk menjalin hubungan dengan Belanda untuk memerdekakan diri, Tetapi tdak dengan Negara Mataram, parahyangan, dan juga padang.
    Ingat Sejarah tidak menyebut daeng serang atau aru palakka (1667)sebagai penghinat RI. Tetapi sejarah hanya menyebutkan bahwa emang blio kerjasama demngan VOC memerangi Parahyangan, Mataram, BANTEN, PADANG dan Gowa.
    Ga ada yg pernah nyebut blio penghianat bagi Negara RI. Tetapi kalo kerja sama emang iyakan ?!?!?.
    Celakanya saja sekarang orang di bone (bukan maksud saya orang bugis)membuat patungnya gede banget, seolah-olah orang bone lebih awal merdeka dari RI. Seolah-olah dijajah belanda 300tahun tidak seberapa pahitnya dibanding dijajah Gowa yang hanya 30tahun saja.
    Apakah setelah bone merdeka dari Gowa Via bantuan belanda negara bone sudah tidur nyenyak??? tidakkan ! lalu koq kenapa terlalu membesar-besarkan sesuatu yang dapat menjadi pemicu gesekan????
    Orang bone kan banyak pahlawan lainnya sperti Arung Labuaja, Latemmasongeng, Arupalakka ke sekekian setelah arupalaka si deang serang.
    Jangan memaksakan sesuatu yang mengesani diri kaum yg exlusive.
    Sudahlah perihal Daeng serang yg penting ngak disebut penghianat Negara RI, dan bliokan cuma disebt kerja sama dgn VOC untuk taklukkan Mataram, Banten, Gowa dan padang. Sekarng yang penting mana loyalitasmu untuk Republik ini. Oke

  65. Hidup bone, kumpulan orang jago !!!!!
    Tetap jaya boneku, Persetan ada nabi Palsu (ahmadia) yang penting aru Palaka tatap jaya sepanjang masa, karena beliau yang bebaskanb kita bukan islam

    Anak bone umur 15tahun berkata :
    Bahwa bangsa bone lebih dulu merdeka dari bangsa indonesia !

    Anak Indonesia berkata :
    Knapa bisa ???

    Anak bone :
    Karena bone merdeka tahun 1660 yg diproklamirkan oleh Arupalakka

    Anak Indonesia :
    Lalu bagaimana dengan sejarah kita dijajah dengan VOC 350 tahun

    Anak Bone :
    Itukan sejarah bangsa Indonesia, kalo bangsa bone setelah merdeka tahun 1660 tidak dijajah dengan VOC karena kita bangsa bone sudah merdeka saat itu. Makanya di bone satuji pahlawannya yaitu Aru Palakka. Yang lain pahlawan kemerdekaan bangsa indonesia bukan bangsa bone karena lama maki kita merdeka.

    Dan Belanda tidak menjajah orang bone tetapi kerja sama mengatur pemerintahan, bantu membantu, kirim mengirim pasukan untuk mengamankan pemerintahan gitu lhoooo.

  66. Ketika orang bone kalah argument, maka jangan harap mereka akan kalah sikap.

    Tidak mampu mengakangkat jadi pahlawan, maka culkup di kampung jadi pahlawan.

    Orang bone emang secara mitos pewaris kecerdasan dibumi sampenan (celebes), tapi moga aja ngak mirip kaum yahudi yang jg dianugrahi kecerdasan dan banyak nabi dari kaum yahudi, tapi kita tahukan orang yahudi gimana !!!!

    Orang makassar, banyak yg bego dari pada yg cerdas tapi kalo ada yang cerdas yaaa seperti itulah si Karaeng pattingaloan, syeh yusuf dll. Mereka komitment dengan kebenaran. Mereka siap nerima kekeliruan masa lalu. mereka siap telan pil pahit disebut bangsa penjajah dan penakluk, mereka diam ketika dicaci sebagai kaum yg kasar (makassar), demi untuk membangun kemaslahatan. yaa mirip orang arab lah yang dipilih Allah untuk kaumnya Rasulullah

  67. Dalam silsilah raja-raja di Sulawesi Selatan, yang saya temukan, justeru keturunan Syekh Yusuf sekarang berada, menyebar, di wilayah kerajaan Bone sebagai akibat perkawinan anaknya I Pumittiri dengan LapareppaTosappewali dan cucunya I Sarifah St. Habiba dengan Latemmasonge, keduanya Arumpone (Raja Bone).
    Alasan Syekh Yusuf hijrah ke Banten dan diasingkan ke Cafe Town juga sangat jelas, membenci kehidupan di lingkungan Makassar yang tidak menjalankan syariat Islam. Saat itu, di lingkungan kerajaan marak terjadi perjudian dan minum ballo.
    Sementara Karaeng Pattingaloang, betul adalah orang pintar. Menguasai beberapa bahasa dan termasuk orang pertama di Nusantara yang mempunyai teropong bintang, yang perpustakaannya meliputi satu ruang kamar ukuran 3 x 3, tapi beliau tidak menciptakan apa-apa, dalam arti ilmu yang dimiliki hanya untuknya sendiri. Keilmuannya tidak untuk KEMASLAHATAN umat manusia.
    Hal yang berbeda dari sosok Kajao Laliddong. Walaupun bukan seorang bangsawan yang berasal dari keturunan “dewa” (to Manurung = Dewa), lahir dan tumbuh besar di Laliddong, Bakke tetapi beliau justru mampu meletakkan dasar-dasar pemerintahan (Ade, bicara, rapang dan wari) yang mengatur KEMASLAHATAN orang banyak.

  68. To: Andi Wangi Daeng Bau

    Raja adalah ……
    Kaisar adalah …..
    Jadi seorang raja di Gowa yang bergelar SombaE bukanlah seorang Kaisar.

  69. Iya bangga landreka ancaji tau ri bone….manaengka iya rajaku i Arung Palakka masegaung taunna..de pada raja lainge…..makasseng sipa’na, de na pada sipana raja lainge….utaro maneng makessinge…untuk Boneku…atauro maneng kepercayaanku ri pelanjut kerajaan bonena la tenri tatta…by…blue blood fromm King of Bone to-11

  70. There is a general cult among all Bugis to Sangiang Serri, the rice goddess, who in La galigo was the first child born on earth to Batara Guru, son of Datu Patoto, a god at the summit of Heaven according to La galigo. Sangiang Serri died after seven days and was buried. Then her body was transformed into the rice plant.
    Taddampali is an aquatic god who may be equated with La Punna Liung, the messenger of the Abyss in La galigo. Also important are tomanurung, descended beings, and totenrita, spiritual or invisible beings. The totenrita intercede between humans and the divine and include house and boat spirit guardians and local spirits that live in trees, large stones, and springs.

  71. aku baru tau sejarahnya !
    pengetahuan baru nih !!

  72. pole tega ki Andi ? Mampir dulu ke bumi Tana Toraja bertemu dengan turunan “Topadatindo, To misa Pangngimpi” untuk menanyakan siapakah rung Palakka ?
    Kata orang banya di Sulsel,”matca-I Bone, Bango’I Luwu’, massereati-I Enrekang, dan mekkadua-I Toraja”, apa benar ya ?
    Kami tunggu di bumi wisata, Tana Toraja, bumi To Padatindo, To Misa’ Pangngimpi.

  73. Banyak cerita rakyat yang enak didengar sebagai cerita pengantar tidur si bayi, terkadang menyejukkan hati dan menimbulkan keinginan untuk mengulang-ulang cerita yang itu-itu juga. Banyak kisah tentang Aru Palakka namun sayang, hanya sedikit yang tercatat sebagai sebuah sejarah. Demikian pula, banyak cerita yang berkembang tentang siapa dan dari mana asal usulnya, namun hanya lontara akkarungeng, kitab raja-raja Bone dan keturunannya, yang dapat menyebutkan secara pasti dan rijit bahwa dia adalah putra Bone tulen.
    Mimpi seorang yang sedang tidur hanyalah bunga-bunga tidur, hanya berupa ramalan bukan sebagai rujujan untuk menganalisa sesuatu. Bukankah ramalah penuh dengan prasangka? Lalu untuk apa Tuhan memberi kita akal kalau hanya untuk disibukkan menganalisa dan menafsir mimpi? Segala bentuk prasangka atau dugaan harus dibuktikan, dan mitos tidak dapat membuktikan itu.
    D:)

  74. Hai saudara-saudara sesulsel, nakanai mangkasara’ Karaeng Bayo’ itu teai duanna. Pakkelongna bajik, tembakanna attabai jantung, tapi juku eja tojeng-tojeng kak battu ri mangkasara’i. Tena na battu ri Bone.
    Ini juga sebuah legenda, sebuah mitos, bahkan termasuk sebuah soge asli tanah Talamatea, Gowa. Buktinya ada di Balla’ Lompoa Gowa.

    Legenda ini mahal dan tidak ternilai harganya di mata dunia. Mungkin tidak lama lagi memang harus diketahui bahwa turunan Austronesia asli yang dapat dibuktikan, salah satunya, adalah suku Toraja (seorang peneliti Australia). Jadi ketika itu, hasil penelitian Christian Parles akan gugur sehingga ada banyak buku sosiologi dan antropologi, bahkan sejarah kemanusiaan terpaksa harus dirombak total.

    Kita masyarakat sulawesi, terutama masyarakat sulsel (wilayah lama) harus mau menyadari bahwa kita dengan senang hati mengaburkan “local genus or local wisdom” di dalam keunikan budaya kita. Hampir-hampir tidak ada lagi local heritage-nya. Buktinya, pemugaran Airport Hasanuddin Makassa. Sama sekali tidak ada lagi ciri sulselnya. Sayang, pelakunya siapa ??????

    Sayang memang di balik sayang. Pada saat penduduk dunia sedang sibuk-sibuknya mencari identitas diri, malahan kita sibuk sesibuk-sibuknya menghilangkan identitas diri. Kita terbuai meninabobokkan anak cucu kita di atas pelaminan yang tidak jelas arahnya. Nanti suatu ketika, masyarakat sulsel akan menyapa dirinya,” . . . pole tega ki’ andi”. Ketika itu barulah kita kalang kabut mencari asal usul kita. Sudah terlambat . . . !

    Mungkinkah dapat kita pikirkan bersama bahwa setelah sulsel dimekarkan, masih ada peluang kedua atau ketiga dst untuk memekarkannya ? Tentu bisa saja. Namun, tidak semua harus bergelar andi. Boleh juga daeng, puang, karaeng, atau gelar resmi daerah masing-masing. Tetapi . . ., ketika Tana Toraja lepas dari Sulsel, tentunya akan bermunculan berbagai tanda tanya. “Who are we ?”
    And we hope, so . . . ?
    Ketika itu akan bertukar motolah kita, “matcai toraja”, mendrei bone, dan mantangngi Gowa di Balla’ Lompoa, tanah Talamatea.

    frs.

  75. Sejak kapan gelar Andi, Baso, Karaeng dan Daeng di pakai du Kerajaan Bone? Apakah sebelumnya Arung Palakka juga semasa kecilnya memakai gelar Andi Latenru Tatta?

  76. gellopa ndi’!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  77. PERLU KITA KETAHUI INDONESIA MERDEKA PADA TGL 17 AGUSTUS 1945, SEDANGKAN ARUNG PALAKKA BERKIPRAH PADA TAHUN 1660-AN JADI KALAU DIKATAKAN PENGHIANAT BAGI BAGI INDONESIA SAYA RASA TIDAK ADIL KARENA PADA SAAT ITU INDONESIA BELUM ADA (MASIH BERBENTUK KERAJAAN YANG BERDIRI SENDIRI) DEMIKIAN JUGA SULTAN HASANUDDIN YANG DIKATAKAN SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL, ITU JUGA TIDAK MASUK AKAL KARENA KITA TAHU SULTAN HASANUDDIN BERKIPRAH SEBELUM ADA YANG NAMANYA BANGSA INDONESIA. TAPI YANG JELAS SADAR ATAU TIDAK SADAR BAHWA ARUNG PALAKKA ADALAH SEORANG PAHLAWAN BAGI SUKU BUGIS (BACA; DI LUAR SUKU MAKASSAR) …….. ARUNG PALAKKA IS A HERO… NOT RENEGADE

  78. Haruskah kita mengenang,dan mem-banggakan masa lalu?Orang bugis bkn orang bone tp masih banyak daerah2 lain sperti ajatappareng dan perlu d ktahui daerah ini punya banyak tokoh2 yg punya andil besar d sulsel skrg!!

  79. salam kenal

    aga kareba padaraneq sesusel

    bagi2 dong sejarah susel termasuk perkembangan peradabanx. sy keturunan bugis bone tp tinggal en besarx dikaltim tau sejarah susel juga sepotong-spotong dari cerita kakekq n buku2 tentang sejarah susel.
    oh y kira2 lontara bone yg asli masih ad g? coz aq pnsaran tentang bentuk n muatan/isi dari lontara kata kakeq banyak pelajaran tentang orang2 bugis termasuk nilai2 filosofix, ad yg bisa bantu aq gimana cara dapatx

    trim’s sebelumx

  80. klw ad yg bisa bantu ne mailQ: gress.rts@gmail.com

  81. Sahabat dimanapun berada….

    Semua komentar yg tertulis di milis ini tentu benar dimata masing2 penulis. Sayapun berpikir, yg lalu biarlah menjadi bagan dari sejarah masa lalu. Yg penting skrg adalah, bgm kita mewarisi nilai2 mulia dan luhur di dalam setiap tokoh yg ada. Bukan menanam amarh, dendam, tawuran di kampus yg jelas2 bertentangan dgn sifat para tokoh2 kita di masa lalu. Saya berpendapat bhw Puang/ Karaeng Ta Lakipadada, Karaeng Ta Bajo atau Arung Palakka, bukanlah mitos atau dongeng tetapi mereka memang ada. Pada diri mereka, ada nilai2 luhur dan ke-ilahi-an, sehingga wibawa mrk masih terasa hingaa saat ini.
    Bandingkanlah dengan para tokoh jaman sekarang: Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, dibalik kepemimpinan mereka ada ketidakjujuran terhadap rakyat, dengan meng-korupsi harta milik rakyat. Belum lagi yg merasa dirinya tokoh pemuda/ mahasiswa yg kerjanya hanya tawuran dlm kampus???
    Dimana nilai luhur dan kepedulian mereka terhadap sesama? Dimana sosok “manusia ilahi” dalam diri mereka?
    Jika saya diminta untuk memilih, manakah tokoh yg patut dijadikan panutan: Para tokoh masa lalu atau tokoh masa sekarang. Jelas tegas saya katakan: “MAAF, SAYA PILIH TOKOH MASA LALU”. Pilihan saya bukan karena senang bernostalgia, tapi karena tokoh2 jaman2 sekarang lebih mirip TOKO daripada TOKOH. Hanya mementingksn dir sendiri dan kelompoknya….menyedihkan!!

    Sulwan Dase

  82. Sesamaku orang Sulsel dan Sulbar yth,

    Komentar Sulwan Dase ini ada baiknya kita simak baik-baik demi untuk masa depan suku Makassar, Bugis, Toraja dan suku Mandar di masa yang akan datang.

    Jaman sekarang bukan jaman perang saudara. Jaman sekarang adalah jaman tarik-tarikan antara tradisis lama dengan pengaruh modernitas.
    Kenapa harus terjadi perdebatan sengit yang dapat mempertajam kinflik antara suku dan wilayah Sulsel (ukuran lama) ?

    Kalau seseorang di masa lalu kita anggap sebagai pahlawan daerah untuk digusung ke pahlawan nasional, maka tugas kita adalah “kukuhkan si idolah tsb” di daerah masing-masing.
    Misalnya, Arung Palakka di Bone. Mana tindakan konkret masyarakat Bone bahwa Arung Palakka adalah idolah mereka. Jalan utama di Bone namanya bukan Arung Plakka, pelabuhan laut bukan juga Arung Palakka, jika ada lapangan pacu pesawat mau dinamai apa ? Arung Palakka ? Gedung DPRD namanya apa ?

    Kasihan Arung Palakka yang kita idolakan tetapi kita tidak mau mengkampaskan namanya di dalam tindakan nyata kita. Kalau seandainya Arung Palakka bangkit, sy yakin dia akan memenggal kepala kita satu per satu, karena kita mau mengagungkan dia tetapi tindakan nyata kita kurang jelas dan tidak konkret.

    Untuk itu, marilah kita mulai mengganti nama jalan, nama lapangan, nama kantor utama, atau tempat-tempat tertentu dengan nama …. Arung Palakka di Bone sehingga kelihatan bahwa “Bone adalah Bumi Arung Palakka”. Begitu barangkali Andi Baco, dan kawa-kawan sesulsel.
    Landorundun dari Toraja, jadi matcai Bone mendapat gadis cantik dan molek rupawan. Hatinya tulus, tindakannya nyata. Mari kita kerjasama membangun wilayah sul-sel, terutama Bone, Wajo, dan daerah-daerah lainnya. “Memang alam kita kaya, tetapi miskin tindakan nyata”.

    frs

  83. AYO BONEKU…..
    AYO ORANG MAKASSAR…..
    HANYA PSM MAKASSAR YANG BISA MENDAMAIKAN KITA..
    AYO RAME-RAME DUKUNG PSM…

  84. BonE ForwVer …..
    WalAu RagAmu TAk meNEmani kiTA
    taPi KePAhlaWananmu Akan SElau Kami Kenang
    Dan jIWamu SeLalu MElEkat PadA JiWa KAmi Anak Anak BONE

  85. Saudara2ku dari Butta Gowa, turunan Tumanurung Baineya, cucu2 Karaengta Lakipadada dari tunas Petta I La Marang (I Tumassalangga Baraya) serta cucu2 Puang Lakipadada di Tana Bone dari Tunas Petta I La Bentang (To ManurungE Ri Mattajang) anak dari Petimba Bulaan dari Sangala.
    Segala perseteruan di masa lalu adalah bagian dari masa lalu. Segala kesalahan yg terjadi di masa lalu, mari kita perbaiki dan luruskan akan jangan terulang lagi di masa sekarang ini. Apakah kita tidak bisa berperilaku mulia dan saling menghormati dan menyayangi satu sama lain. Kita semua ini bersaudara, satu darah satu leluhur. Jauh lebh=ih baik jika kita saling mengulurkan tangan persahabatan daripada mengulurkan badi’ atau pedang.
    Mari kita berbesar hati, dalam saling membuka hati utk menjalin persahabatan dan persaudaraan kembali. Coba lihat kampus2 kita, katanya itu dunia pendidikan tapi koq yg kita tonton di Tv semua menakutkan….kenapa bisa begini????
    Watak pendendam…..masih kuat dalam jiwa oarng sulsel, tidak terkecuali pada jiwa para MAHASISWA yg sdh TERDIDIK!!!!
    Nah kalau kita tdk bisa menghentikan semua, daerah lain akan maju dan kita sibuk ribut sesama sendiri. Yg nikmati kue pembangunan jelas yg tdk ribut, yaitu org2 diluar sulsel.
    Bukankah ini sangat logis? Kenapa hal sederhana spt ini sulit dipahami????

    Sulwan Dase

  86. kakek kami yang Agung “Arung Palakka” (Raja Bone XV), sebagai darah keturanmu (sesuai silsilhah yg kami pegang) saya akan terus berdoa smoga nama dan perjuangan mu tetap dikenang oleh bangsa ini, khususnya untuk rakyat Bone & Buton.

    Smoga Jasa-jasa beliau tetap dikenang……, Amien

  87. Arung palaka ialah seorang pahlawan bukan kepada bangsanya, tetapi kepada agamanya..seorang yang membawa kalimah Allah kemana sahaja dia pergi..seorang mukmin sejati..

    Ini kami dapat tahu melalui petunjuk ketika melawat sendiri museum lama arung palaka.

    Arung palaka hebat bukan kerana kekuatan tubuh badannya. tetapi kuat kerana penyatuan nafsu dan roh dengan nur rasullullah s.a.w. yang berhubung dengan zat allah..yang mana hari ini hanya sedikit shaja yang masih memegang amalan ini.

    “dan juga(diutuskan muhammad) kepada orang2 yang lain dari mereka(bukan bangsa arab), Yang masih belum datang lagi tetap akan datang (iaitu bukan sezaman dengan rasullullah) menghubungi mereka. Dan ingatlah Allah jualah yang Maha Kuasa lagi Maha bijaksana (Al-Jumaah:3)

    “Doa seorang mukmin itu senjata”
    “Sudah menjadi tugas kami untuk menjaga orang mukmin”

    Maka pandanglah kecintaan seorang hamba kepada Yg Maha pencipta..bukan kehebatan seorang hamba kerana makhluk itu lemah Allah yang maha kuasa.

  88. Saya bone yang senang kedamaian.

    Bayangkanlah rasanya hidup dengan penuh kedamaian dan bandingkan dengan penuh peperangan,jadi tinggal kita yang memilih.

    Yang lalu biarlah berlalu dan harus berlalu sebagai masa dilembaran lalu.
    Yang akan datang biarlah datang dan harus datang sebagai masa dilembaran baru.
    (Hatta,Berau)

  89. Arung Palaka (Aru Palaka) memang pernah singgah di Buton untuk mencari perlindungan dari kejaran pasukan Gowa. Perang Arung Palaka melawan Pasukan Hasanudin kalau tidak salah di mulai dari Buton.

    Pada suatu ketika, pernah datang pasukan Sultan Hasanudin di Selat Tiworo untuk meminta bantuan Kerajaan Muna untuk berperang terhadap Belanda tetapi Kerajaan Muna saat yang dipimpin La Ode Husein tidak memberikan bantuan karena Buton saat itu yang telah bekerja sama dengan Arung Palaka dan Belanda mengatakan bahwa jika Muna membantu Pasukan Sultan Hasanudin, berarti Kerajaan Muna adalah musuh kerajaan buton. Dari masalah ini Kerajaan Muna tidak memberikan bantuan kepada pasukan Gowa dan tidak membantu Aru Palaka.

    Setelah kekahalan pasukan Gowa dari Bone, diadakan perjanjian Bongaya, utusan muna saat itu adalah La Ode Ngkada (Putra Raja La Ode Husein), belian juga belajar membuat gula merah kepada orang Bone karena di Muna saat itu belum tahu bagaimana membuat gula merah. Pada saat menjadi raja muna, La Ode Ngkada digelari Sangia Gola.

  90. sejarah adalah sebuah warisan,ingat kita lahir dari sejarah,dan mestinya kita belajar dari sejarah.ambil semangat para leluhur kita untuk membangun negeri yang lebih bermartabat dan terhormat.
    kita hargai perbedaan,sebab perbedaan itu anugrah.

Tinggalkan Balasan